Saat pengharapan mulai sirna
Saat keyakinan akan runtuh
Saat kepercayaan telah goyah
Dan…
Saat kesetiaan dan ketegaran
tiada mampu lagi untuk terjaga…
LAGI-LAGI…
Kau datang menyapa dalam kehangatanmu…
Saat pengharapan mulai sirna
Saat keyakinan akan runtuh
Saat kepercayaan telah goyah
Dan…
Saat kesetiaan dan ketegaran
tiada mampu lagi untuk terjaga…
LAGI-LAGI…
Kau datang menyapa dalam kehangatanmu…
wahai api..
tak ad kah sdkt rasa kasian..
tak ad kah sdkt rasa iba..
wahai api..
semua yg ddpan-mu,kau sapu habis
semua yg trgoda olehmu,kau lahap hbis..
wahai api tak sadarkah..
berkat engkau..
kau pnjarakn mereka yg tak bdaya..
kau bunuh mrka yg tak bsalah..
kau ciptakn linangan air mata..
seandainya gugatan” diats..
mbuatmu tau..
mbuatmu sdar..
mbuatmu iba..
mbuatmu brlinang air mata..
seandainy sja engkau hidup..
tak kn ad trgedi..
Ia menyentuh lembut batinku
Ia membelai manishatiku
Ia membasuh indah gersang hatiku
Ketika kuterpuruk
Ketika kusendiri
ketika kugundah
Hanya dengan mengingat cinta-Nya
Hanya dengan menggapai uluran kasih-Nya
Hanya dengan tenang merasakan uluran ketulusan-Nya
Lega kurasa…
Damai kumiliki…
Ia adalah Tuhanku…
Yang selalu temaniku dalam suka maupun duka..
Terima kasih Tuhan…
Tahukah kamu…
Selalu ada daun yang gugur dari pohonnya
Namun selalu ada pula bunga-bunga bermekaran indah
Ada pupuk yang berusaha…
Merawat keteguhan bunga
Ada pula sang waktu…
Yang merengut kehidupan dengan keegoisannya
Tahukah kamu…
Itu seperti kehidupan kebanyakan orang…
Aku…
Kamu…
Tinggal bagaimana kita memilih jalan hidup yang tepat
Tinggal bagaimana kita membuatnya menjadi indah
Rumah idaman…
Bukan sosok yang kokoh
Bukan pula sosok yang megah dan mewah
Bukan juga sosok yang sempurna
Namun ia hanyalah…
Bagai sebentuk Cinta Kasih maya…
Yang mampu membuat kita tersenyum sebelum saatnya
Yang mampu memberi kasih hangat yang tak’ berujung
Yang mampu memberi sejuta arti dalam hidup
Dan yang mampu menawarkan kedamaian dalam hati
Kuterawang…
Sesekali kutatap keramaian di depanku
Namun…
Sedihku melanda kalbu
Gundahku menembus nuraniku
Ramainya dunia…
Bagaikan jeritan hatiku…
Hatiku yang rindu akan belaian keindahan…
Senyummu…
Tawamu…
Candamu…
Aku tahu…
Kini kau dilanda ketakutan…
Kepedihan…
Meninggalkan orang-orang yang kau Cintai
Namun tabahlah…
Yakinlah mukjizat Tuhan…
Yakinlah keajaiban-Nya…
Ia begitu menCintaimu
Indahnya rencana Tuhan
Indahnya takdir yang di gariskan-Nya
Tak’ kan terbayangkan…
Melihatku dalam gelap
Mendengarku dalam hening
Berbicaraku dalam kesunyian
Ku tak’ tahu…
Indahnya dunia yang elok ini…
Kotornya hati manusia
Tapi…
Ketika kuyakin akan kehadiran-Nya, maka…
Dapat kulihat, kudengar, kurasakan, kukatakan…
Betapa besar Cinta Kasih Tuhan kepadaku
Di dalam lubuk hatiku…
Ia berada…
Yang memberiku segalanya, dengan karunia-Nya
Terima Kasih Tuhan atas pemberian-Mu
Kuingin kau tahu…
Hadirku bukan untuk ciptakan gundahmu
Hadirku hanya sekedar…
Menghidupkan harimu dan Cinta di hatimu
Kuingin bawa kedamaian…
Kebahagiaan…
Yang tenangkanmu dan memberi arti dalam hidupmu…
Kuingin berguna untuk…
Terangi hadir dirimu dalam dunia yang kejam ini
Aku menyayangimu…
Seperti aku…
Menyayangi diriku
Kulantunkan bait-bait kata Cinta
Yang sekiranya terpatri indah dalam…
Kisah kasih hatiku
Terajut rapi dalam memori jiwaku
Dan ingin kugoreskan kisah ini dalam novel hidupku
Indahkanlah kisah kasih yang setia menjaga Cinta
Semoga kejujuran akan ketulusan ini tersampaikan padamu